Ini Daftar Password yang Harus Dihindarkan Pengguna
Ini Daftar Password yang Harus Dihindarkan Pengguna (Foto: Androidauthority)
WASHINGTON – Keamanan data masih menjadi topik hangat yang dibicarakan, terutama saat-saat tahun terakhir 2014 tentang penyerangan situs Sony oleh hacker. Hal tersebut menjadi satu yang perlu diperhatikan oleh semua orang, terutama pada kekuatan password atau kata sandi.

Sebuah daftar baru yang diterbit oleh situs SplashData yang tercatat sejak tahun 2013 hingga 2014, menyebutkan ada banyak daftar nama sandi yang harus dihindari pengguna. Hal tersebut merupakan kata kunci yang cukup rentan dan mudah ditembus, demikian seperti dikutip dari Androidauthority, Rabu (21/12015).

Dalam daftar situs disebutkan, password dengan angkan ‘123456’ adalah kata kunci yang paling dominan dan menjadi nomor pertama dalam daftar yang harus dihindari. Namun demikian, angka lain yang sering digunakan namun terasa unik adalah ‘696969’.

Selain angka, kata kunci lain yang juga disebutkan dalam dafata adalah nama anak yang cukup populer dan mudah ditebak oleh penyerang. Selain tentunya, tim sepakbola dan olahraga lainnya juga menempati posisi paling banyak digunakan oleh pengguna.

Meski demikian, penelitian yang dilakukan mengungkapkan bahwa kata sandi dengan kombinasi angka dan huruf adalah yang paling sulit dilakukan pemecahannya. SplashData mengungkapkan bahwa kombinasi dengan jumlah 8 karakter akan menjadi sandi yang memusingkan para penyerang.
Berikut daftar sandi yang perlu dihindari oleh pengguna dari 10 besar sandi yang sering dan mudah dipecahkan oleh para hacker.
  • 123456
  • Password
  • 12345
  • 12345678
  • Qwerty
  • 123456789
  • 1234
  • Baseball
  • Dragon
  • Football

(amr)

Dikutip dari                 : http://techno.okezone.com/
Diterbitkan pada         : Rabu, 21 Januari 2015 - 09:52 wib
Reporter                      : Wahyu Noor Hasan

Original Post by          : Click Here
Baterai Remote Dapat Sebabkan Kerusakan Syaraf Anak

JAKARTA - Remote TV merupakan benda yang hampir digenggam sehari-harinya. Namun, bagaimana jika ternyata remote tesebut dapat seperti mengganggu sistem syaraf si pemegangnya? Tak hanya remote TV, bahkan semua remote control untuk perangkat alat elektronik ternyata mengandung zat timbal dan merkuri di dalamnya.

Hal itu disebabkan oleh pemakaian baterai dalam remote control. Jika mengalami kebocoran, zat yang terkandung di dalamnya akan menyentuh kulit dan akan merusak syaraf pengguna remote. Satu hal yang perlu diwaspadai, timbal dan merkuri ini sangat berbahaya bagi kesehatan manusia, terutama anak-anak.

Mengatasi hal ini, Panasonic mengembangkan baterai AAA yang diklaim “ramah” untuk remote control peralatan elektronik, seperti dikutip dari siaran pers, Jakarta, Sabtu (17/1/2015).

Baterai AAA Panasonic khusus remote control ini dikembangkan dengan teknologi dari Jepang, sebagai baterai manganese pertama yang mengandung 0 persen tambahan zat timbal, merkuri, dan cadmium (0 persen Pb, Hg, Cd), sehingga aman digunakan untuk peralatan elektronik, anak-anak dan juga lingkungan. Baterai ini juga ditutupi dengan tube, sebagai tambahan pelindungan untuk menjamin keamanan baterai.

Electronic Manufacturing Services (EMS) China pada pertengahan 2000-an telah mendukung kebijakan untuk menggunakan baterai AAA pada alat elektronik. Baterai ini sendir dibanderol seharga Rp 10,000 per pack (isi 4 baterai).

(amr)

Dikutip dari                 : http://techno.okezone.com/
Diterbitkan pada         : Sabtu, 17 Januari 2015 - 10:30 wib
Reporter                      : Lanjar Wiratri

Original Post by          : Click Here
Para Peneliti Kembangkan Robot untuk Mencontek
Para Peneliti Kembangkan Robot untuk Mencontek (Foto: Slashgear)
WASHINGTON – Sistem kecerdasan buatan yang dikembangkan para ilmuwan terhadap sebuah robot, kini mulai ditingkatkan dengan kemampuan untuk mecontek perilaku dari sebuah tayangan video Youtube. Hal tersebut diklaim untuk mengurangi tingkat kesalahan robot yang akan terjadi.

Seperti dikutip dari laman situs Slashgear, Sabtu (3/1/2015), para peneliti dari NICTA dan University of Maryland telah menggunakan video Youtube untuk membantu para robot belajar menggunakan alat-alat, termasuk mengenali nama dan cara penggunaannya.

Para peneliti tersebut, diklaim telah mempersiapkan sebanyak 88 video masak di Youtube, untuk dipelajari oleh para robot agar bisa mengembangkan kemampuannya. Dengan menonton siaran tersebut, robot dipercaya bisa melakukan cara yang sama dengan manusia.

Sistem kecerdasan buatan pada robot ini, dikembangkan untuk mempelajari berbagai kegiatan maupun penggunaan alat dari sebuah tayangan video yang diputar. Dan para peneliti percaya, robot yang menonton Youtube dapat melakukan hal yang sama, bahkan diklaim bisa lebih baik.

(amr)

Dikutip dari                 : http://techno.okezone.com/
Diterbitkan pada         : Sabtu, 3 Januari 2015 - 15:35 wib
Reporter                      : Wahyu Noor Hasan

Original Post by          : Click Here
2015, Pendidikan Lalu Lintas Masuk Kurikulum Sekolah di Sukoharjo
Penandatanganan MoU pendidikan berlalu lintas yang dilakukan Polres dan Pemkab Sukoharjo, Metrotv/ Eka Hari Wibawa
Metrotvnews.com, Sukoharjo: Polres Sukoharjo, Jawa Tengah, menandatangani Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) untuk memasukkan pendidikan berlalu lintas dalam kurikulum ajar di tingkat SD, SMP, dan SMA.

Kapolres Sukoharjo AKBP Andy Rifai menjelaskan, nota kesepahaman ditandatangani bersama antara Polres dan Pemkab Sukoharjo untuk menekan angka kecelakaan lalulintas. Kegiatan itu bertujuan memberikan pengetahuan berlalu lintas sejak dini,

"Jadi tingginya angka kecelakaan lalu lintas di sukoharjo ini sebagian besar terjadi pada usia produktif, anak-anak pelajar. Dan kita bertujuan untuk menekan angka kecelakaan itu dan salah satunya adalah dengan edukasi tertib lalu lintas. Makanya kita melakukan MoU ini agar masyarakat sejak dini sudah paham aturan lalu lintas," kata Kapolres, Rabu (10/12/2014).

Kapolres mengatakan kesepakatan itu berlaku mulai Tahun Ajaran 2015. Materinya dimasukkan ke pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKN). Penyampaian materi secara teknis masih disusun Polres dan Dinas Pendidikan Sukoharjo.

RRN

Dikutip dari                 : http://news.metrotvnews.com/
Diterbitkan pada         : 10 Desember 2014 16:39 wib
Reporter                      : Eka Hari Wibawa

Original Post by          : Click Here
2015, Teknologi Robot Masuk Kurikulum Pendidikan di Indonesia
Pelajar Indonesia menjukkan teknologi robot buatannya (foto: Antara)
JAKARTA - Pelajar dari Indonesia mampu menunjukkan kemampuannya kepada negara-negara berkembang lainnya dalam hal pembuatan teknologi robot. Sejumlah prestasi berhasil ditorehkan di luar negeri.

Karena itu, sangat pantas bila dikatakan bahwa  Indonesia merupakan negara yang potensial untuk mengembangkan teknologi robot.

Direktur Robotic Explorer Jully Tjindrawan mengatakan, Indonesia sangat siap kembangkan teknologi robot, karena imajinasinya jalan. “Padahal latihan hanya dua minggu dengan alat yang minim, tapi Indonesia menang terus," ujar Jully Tjindrawan di Jakarta, dikutip Antara, Senin (16/6/2014).

Jully mengatakan, 2015 adalah waktu yang tepat bagi Indonesia, terutama dunia pendidikan, untuk menerima teknologi robot sebagai bagian dari kurukulum di Indonesia.

"Sebetulnya sudah ada yang masuk kurikulum, namun perlu diperdalam lagi. Sehingga edukasi untuk anak-anak tentang robot bisa semakin dikembangkan," katanya.

Menurut Jully, terdapat sebuah lomba yang mengharuskan robot melalui labirin dengan cepat dan Indonesia meraih juara satu dalam hal tersebut.

"Karena di Indonesia banyak gang, jadi untuk melalui labirin itu sepertinya sudah biasa. Jadi, mereka bisa langsung tahu mana jalan pintas yang cepat untuk dilalui robotnya," katanya.

Segudang Prestasi Internasional

Bicara prestasi robot di dunia internasional, Indonesia pernah menyapu bersih delapan gelar sekaligus pada lomba robot di Amerika Serikat dengan tim dari tiga perguruan tinggi, yakni ITB, ITTelkom dan Unikom.

Kedelapan gelar tersebut meliputi juara satu dan dua robot pemadam api divisi beroda, juara satu, dua dan tiga robot api divisi berkaki, juara satu RoboWaiter divisi entry level, serta juara satu dan dua RoboWaiter divisi advanced.

Melihat prestasi tersebut, Jully merasa yakin bahwa siap tidak siap, perkembangan teknologi robot mulai dibutuhkan masyarakat Indonesia. "Saya berdoa tahun depan Indonesia bisa mengakomodir robot ke sekolah-sekolah," jelas Jully.
(amr)

Dikutip dari                 : http://techno.okezone.com
Diterbitkan pada         : Senin, 16 Juni 2014 - 09:35 WIB
Reporter                      : Amril Amarullah
Original Post by          : Click Here
Kegiatan Classmeet X-Diretto